Friday, October 9, 2015

Pentingnya Bahasa Indonesia dalam Era Teknologi

Bahasa merupakan salah satu media untuk berkomunikasi antara manusia yang satu dengan lainnya. Dalam berkomunikasi, kita sebaiknya menggunakan bahasa yang baik dan benar, agar lawan komunikasi kita dapat memahami isi dari apa yang kita sampaikan. Di zaman teknologi yang sudah berkembang sangat pesat ini, kita tidak hanya berkomunikasi di dunia nyata saja, sering kali juga melakukan komunikasi di dunia maya.

Bahasa Indonesia adalah bahasa universal yang digunakan di Indonesia. Bahasa tersebut sangat penting digunakan saat kita "bermain" dengan teknologi. Salah satu contohnya saat kita bermain media sosial, kita harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik. Kenapa harus Bahasa Indonesia yang baik? agar kata-kata yang kita gunakan tidak menyinggung perasaan orang lain dan menggunakan media sosila juga ada etikanya. Selain itu juga jangan menggunakan bahasa yang sempat menjadi trend di anak muda pada massanya, orang-orang bilang itu istilahnya bahasa 4lAy (baca: alay). Bahasa tersebut adalah perpaduan antara angka, huruf besar dan huruf kecil yang dibentuk menjadi sebuah kata.

Jadi intinya sih, kita harus bisa menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan diaplikasikannya pada teknologi yang sehari-hari kita gunakan.

Penggunaan EYD yang Baik dan Benar

Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata.

1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu.

2. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan)

a. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola.
b. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi
c. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.
d. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara.
e. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia.
Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupu-kupu), jamak (anak-anak, buku-buku), maupun yang berbentuk berubah beraturan (sayur-mayur, ramah-tamah).

Thursday, October 8, 2015

Keragaman Bahasa Indonesia dari Beberapa Unsur/Segi

Bahasa Indonesia memiliki keragaman bahasa yang dapat dilihat dari berbagai segi, berikut ini adalah uraian dari ragam bahasa berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

  • Ragam bahasa baku, yaitu bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik (mempunyai prestis tinggi), biassanya dipakai di kalangan terdidik, dalam karya ilmiah, suasana resmi atau di surat resmi
  • Ragam bahasa lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terikat oleh ruang waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.
  • Ragam bahasa tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terikat ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual.

Saturday, September 12, 2015

Perjalanan Estafet Magelang - Jakarta dengan Rosalia Indah NL 400 [Part 2/2]

Rosalia Indah NL 400 parkir di RM Sari Rasa

Setelah naik Eka dari Magelang dan turun di Kartasura, coba nelpon agen HR lagi, eh ternyata bis-nya udah berangkat :( Clingak-clinguk dulu, sambil buka google maps. Terlihat jarak gua berdiri ke terminal ga jauh-jauh banget. Jalan kaki nyampelah. Eh disebelah ada warung, nanya dulu laah. Dapet jawaban yg gak memuaskan. Dilema, lanjut ke terminal apa melipir ke agen Rosin yg gak jauh dari tugu yg terlewat tadi.

Tuesday, September 1, 2015

Perjalanan Estafet Magelang - Jakarta dengan EKA 7330 [Part 1/2]

EKA 7330 parkir di Terminal Tidar

Post ini masih bagian dari cerita perjalanan ke Gunung Prau. Cuma ini cerita perjalanan pulangnya, karena gua ke Jakarta-nya numpak bis sendirian, pisah dengan rombongan :D


27 Agustus 2015

Sehari sebelum pulang ke Jakarta. Gua sempetin buat nelpon agen HR Kartosuro, dapet deh tuh seat 1B. Gua start dari rumah neneknya kawan gua jam 10:00. Jalan ke depan kompleknya sampai akhirnya naik angkot untuk ke terminalnya. Angkotnya kosong, speednya juga standar angkot kosong laah. Ternyata dari rumah ke terminal naik angkot durasinya lama juga, 45 menit lah kira-kira. Itu juga pake ngebut sedikit gegara gua nanya "Pak, terminal masih jauh ya?" "Masih mas.." kemudian ngebut dikit :D Selama perjalanan gua baca mantra biar tambah cepet jalannya. Sesekali juga liat jadwal EKA dari Magelang. EKA yg jadwal jam 11:00 Insya Allah masih kekejar lah.

Cerita Perjalanan ke Gunung Prau

Wuwuwuwuwuuuu..... Liburan kampus telah tiba, waktunya kita piknik


Udah jauh-jauh bulan temen-temen gua rencanain buat hiking dan kali ini kita mau hiking ke G. Merbabu. Persiapan sana sini udah siap. Tiket pulang pergi udah ada (kecuali tiket pulang buat gua). Di tiket tertera jadwal keberangkatan ke SMC tgl 22 Agustus. Dua hari sebelumnya yaitu tgl 19 Agustus kita meeting terakhir untuk persiapan keberangkatan. Pulang dari meeting tersebut kita dapet kabar kalo G. Merbabu lagi dilanda kebakaran hutan :(

Ratusan orang dari empat kabupaten di Jawa Tengah dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang melanda Taman Nasional Gunung Merbabu.

Sarwa Pramana, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, mengatakan mendapat bantuan dari TNI, Polri, serta masyarakat dari Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali.

Mereka baru dikerahkan sejak pagi mengingat upaya pemadaman api dihentikan pada malam hari karena kondisinya berbahaya.

“Tiupan angin sangat kencang tadi malam. Arahnya ke bawah, mendekati rumah penduduk,” kata Sarwa kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Kebakaran di Gunung Merbabu dilaporkan mulai berlangsung pada Rabu sore (19/08) lalu. Sejak saat itu, berdasarkan pantauan BPBD Jawa Tengah, api ditaksir telah melalap sedikitnya 25 hektare lahan. Adapun penyebabnya hingga saat ini belum diketahui.